Halaman ini adalah mirror artikel yang pernah ada pada situs NikeArdilla (dot)net.


Nike di Mata Nafa Urbach
18 Januari 2005




NAFA URBACH MENERUSKAN PESAN NIKE



Sejak umur 3 tahun, Nafa Indria Urbach (14) sudah hobi menyanyi.
"Kalau ada penyanyi di teve, dia suka ikut2an nyanyi di depan layar, dengan
pakai selendang," kenang Nenen Urbach (40), sang ibu, yang ikut menemani
putrinya wawancara. Setelah masuk SD, bakat nyanyi Nafa makin kental. Ia bergabung dengan grup Kidrock yang semua personelnya anak-anak SD. :))
"Saya memang suka ngerock," aku siswi kelas 2 SMP Kanisius Pendowo, Magelang (Jateng) ini.

Bersama Kidrock, Nafa sudah mencicipi rasanya show ke berbagai daerah. Dalam salah satu pertunjukkan, Nafa bertemu Denny Sabri.
"Waktu itu umur saya 9 tahun," kenangnya. Rupanya, Denny tertarik pada potensi Nafa. Seusai pertemuan itu, ia menghubungi orang tua Nafa dan minta izin hendak mengorbitkan putri mereka sebagai penyanyi.

Ternyata orang tua Nafa tak keberatan. Mereka malah mendukung niat itu. "Bakat nyanyi Nafa memang besar," kata Neneng yang sebelumnya pernah memasukkan Nafa ke Bina Vokalia Yogyakarta, serta meyertakan dalam lomba
karaoke dan kontes model *bakat gede, tapi potensi kecil!
Kebetulan pula, "Cita-cita saya memang jadi penyanyi terkenal," ujar Nafa. Klop sudah. *klop dari mana!?, klop dari Hongkong :))

Semasa dibina Denny itulah, Nafa berjumpa Nike terjadi Desember lalu di Jakarta. "Pertama kali saya ketemu Kak Nike, dia sudah mulai ngetop dengan lagu Seberkas Sinar.
"Sejak itu kami makin akrab seperti adik kakak saja. Tiap kali main ke Bandung, saya selalu tidur di rumah Kak Nike," ungkap Nafa sambil tersenyum manis.
Bagi Nafa, Nike juga seorang teman yang baik. "Kak Nike tak pernah memilih-milih teman".

Pertemuan terakhir Nafa dengan Nike terjadi Desember lalu di Jakarta.
"Kami berjumpa di studio Jackson Records, saat kak Nike menyelesaikan album Sandiwara Cinta.
Nah waktu itu, dia bilang sama saya, 'Nafa, kamu rekaman yang bagus ya. Supaya kelak bisa ganti'in kak Nike', kisah Nafa menirukan ucapan Nike.

Meski demikian, Nafa mengaku enggan dijuluki sebagai pengganti Nike Ardilla, tak peduli Dedy Dore$ pun pernah melontarkan julukan itu untuknya.
"Aduh, julukan seperti itu malah membebani saya. Dan tentunya juga bagi fans Nike. Tapi kalau dibilang meneruskan jejak Kak Nike, kayaknya nggak apa-apa".

Kini Nafa bertekad memantapkan diri di dunia rekaman. Baginya, dunia panggung atau rekaman sama saja.
"Bedanya, di studio lebih capek, karena nyanyinya harus di ulang-ulang.
Bisa sampai ratusan kali lo, kalo dihitung," ujarnya sambil tertawa.
* kasiaaaaan deh lo..., kalo teh Keke nggak sampe' lah segitu :))
Perbedaan lain, untuk rekaman, Nafa lebih suka membawakan jenis Slow Rock.
"Apalagi kalau lagunya ciptaan om Dedy Dore$," tambahnya. * biar kayak Nike tuh critanya

Sebuah album telah dirampungkan Nafa. Dan sekarang ia sedang dalam proses menyelesaikan album kedua,
yang masih didominasi lagu-lagu ciptaan Dedy Dore$. "Khusus untuk album kedua ini, saya cuma pakai Nafa. Tanpa Urbach," ungkapnya.
Biar lebih hoki ya?
Hasto Prianggoro



DIANGGAP ADIK OLEH NIKE


Hubungan Nafa dengan Nike ternyata bukan sebatas sebagai penggemar dan idola.
Perkenalan keduanya terjadi sekitar tahun 90 di Purwokerto di sebuah pertunjukkan.
"Saat itu Nike jadi penyanyi utama dan saya jadi bintang tamu. Kesan pertama saya, Nike orangnya cantik dan baik," kenang Nafa.

Pertemuan itu makin berkesan tatkala dalam acara yang sama, Nike bersedia duet bareng Nafa.
"Sampai kapanpun saya nggak akan melupakan pengalaman itu, saat itu kami menyanyikan bersama I Don't Want To Talk About It.
Rasanya sungguh bahagia bisa berduet dengan penyanyi pujaan saya,"
Dengan mata berbinar, siswi SMP Kasnisius Pendowo Magelang ini kembali menuturkan,
hubungannya dengan Nike makin akrab sejak melantunkan tembang yang di populerkan Rod Stewart ini.
Saking akrabnya, "Nike sampai menganggap saya sebagai adiknya. Begitu pula Mamih (panggilan Nafa pada ibu Nike) yang menganggap saya seperti putri sendiri,"
* si Dike juga ngomong gitu, dianggap 'putrinya', tapi..... >:)

Pernah, kisah Nafa "Mamih jauh-jauh ke Magelang naik kendaraan umum, hanya karena ingin memberikan kostum panggung Nike buat saya.
Katanya, baju itu cocok buat saya kalau show.

Berkat tangan dingin Denny, lahirlah album pertama Nafa, Bagai Lilin Kecil (karya Deddy Dore$) yang sempat laku 150.000 kaset.
Termasuk sukses untuk ukuran sebuah album perdana. Malah kata Nafa, "Album ini sebenarnya bisa lebih laris lagi. Tapi saat itu penjualannya berbarengan dengan lagu-lagu Nike Ardilla, Jadi ya.., kalah."
* koq gitu sih ngomongnya! Selain itu, apa dia (Nafa-red) inget dan sudah menyisihkan sebagian untuk Yayasan?
Nggak ada tuh disinggung di artikel ini. Katanya pengagum and udah dianggap 'adik' sama Nike, and dianggap 'anak' sama Mamih


Nafa sendiri adalah pengagum mendiang Nike Ardilla. Malah, jauh-jauh hari ia sebetulnya sudah diproyeksikan bakal sebagai pengganti Nike.
"Kata produser, saya mau diarahkan sebagai gantinya Nike, seandainya Nike telah berumah tangga (baca: menikah)," ungkap Nafa terus terang.
Sekalipun demikian, anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tegas-tegas menolak disamakan dengan Nike. "Saya tetap Nafa Urbach," cetusnya seraya tersenyum manis.
* sekarang koq malah pengen jadi Britney Spears..., owalah Nafa...Nafa, wong Magelang aja koq pengen jadi Britney Spears... :))



Artikel sumbangan dari : Melfa Riza, di Bukittinggi.


-posted by: indu-



Foto / Image pendukung, mungkin tidak sepenuhnya ada; - karena faktor alam

< < < kembali...

Since 1998- nikeardilla.net