Halaman ini adalah mirror artikel yang pernah ada pada situs NikeArdilla (dot)net.


Nike ArdiLLa, di mata Didi Petet
16 Januari 2005




Kesedihan dunia bintang belum lagi reda karena kepergian aktor kondang Dicky Zulkarnaen beberapa waktu lalu.
Kini kembali kesedihan itu bertambah dengan berpulangnya penyanyi slow rock kondang asal Bandung, Nike Ratnadilla yang lebih dikenal dengan nama Nike Ardilla.

Nike yang punya panggilan kesayangan, Keke ini mengalami kecelakaan di JL. RE Martadinata, Bandung 19 Maret 1995 lalu sekitar pukul 06.15 WIB.
Nike saat itu mengemudikan kendaraan jenis sedan, Honda Civic Genio dengan nomor polisi D-27-AK bersama seorang rekannya Sofiyatun Wahyuni (Atun).



Didi Petet


Kepergiannya mengejutkan banyak pihak. Keluarga, teman, serta penggemarnya *termasuk indu :)), seakan tidak percaya saat mendengar kabar terjadinya peristiwa tragis yang dialami penyanyi yang juga pemain film cantik ini.
Salah seorang diantaranya adalah Didi Petet yang pernah berpasangan dalam film Kabayan dan Anak Jin.
Dalam film tersebut Keke berperan sebagai Iteung isteri Kabayan yang diperankannya.

Didi mengatakan bahwa ia mengenal Keke pada tahun 1988 ketika Keke masih sangat muda sekali dan ketika film Kabayan di produksi pertama kali.
Tepatnya saat Keke masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ketika itu Iteung masih diperankan oleh Paramitha Rusady dan Keke hanya sebagai penyanyi dengan membawakan lagu yang diciptakan oleh Harry Roesli (alm) untuk soundtracknya.


Dalam pandangan Didi saat itu, Keke adalah seorang anak yang sangat lugu sekali. Dan seorang teman yang biasa diajak bekerjasama dalam berbagai hal. Seperti bila diajak bekerjasama untuk memahami peran yang akan dimainkannya.

"Dari sana saya bisa melihat Nike adalah seorang teman yang bisa diajak ngobrol dan berdiskusi untuk membuat permainan film itu menjadi lebih menarik.
Itulah kesan yang biasa saya tangkap dari pribadi Keke yang saya kenal", jelas Didi.

Dari sisi lain Didi menilai Keke sebagai anak yang cerdas dan berbakat. Bagaimana tidak, dalam dua tahun saja Keke bisa mengembangkan karirnya dalam berbagai hal di dunia seni. Seperti sebagai penyanyi, pemain film, sinetron dan bintang iklan.

"Dalam waktu singkat dia tunjukkan bahwa dia mampu untuk bermain. Jarang sekali ada orang yang mempunyai kemampuan seperti dia," lanjutnya.
Dijelaskannya lebih lanjut Keke tidak hanya sekedar bermain tetapi sekaligus terus belajar dan mengejar apa yang belum dia bisa.
Banyak sudah ia berlakon di mana-mana dan bermain dengan seniornya, seperti bermain bersama aktor Rahmat Hidayat. Ia bisa mengimbangi irama permainan kang Rahmat (Rahmat Hidayat0.

"Ini bisa dijadikan contoh untuk artis artis lain yang betul-betul ingin mengabdikan diri di dunia seni," kata Didi.
Kepergian seorang Nike Ardilla yang dikenal setelah ia melantunkan banyak tembang seperti: Seberkas Sinar, Nyalakan Api, dan lain-lain, ini bagi Didi betul-betul sangat mengejutkannya.
Meskipun begitu banyak kesan yang dilihat Didi sebagai sifat yang betul-betul tidak bisa dilupakan.

Didi mengatakan bahwa Keke adalah seorang gadis yang selain cantik juga ramah, mudah sekali akrab dengan orang yang dikenalnya, dan dengan kemampuannya yang besar itu ia tidak pernah merasa bahwa dirinya bukan artis besar.

"Pendeknya Nike itu tetap seperti orang yang biasa-biasa saja," ujarnya lebih lanjut.
Nike Ardilla masih sangat muda sekali (20 tahun). Masih banyak bakat terpendam yang belum ia perlihatkan dan kematangannya pun belum dapat kita saksikan.
Akan tetapi, kini ia telah tiada. Pergi untuk selamamanya meninggalkan kenangan manis yang tidak mudah untuk dilupakan oleh semua orang yang mengenalnya.
Terutama pengagumnya *termasuk Indu lagi donk! :))


Artikel sumbangan dari : Melfa Riza, Bukittinggi.
Sumber : SINGGALANG, April 1995


-posted by: indu-


Foto / Image pendukung, mungkin tidak sepenuhnya ada; - karena faktor alam

< < < kembali...

Since 1998- nikeardilla.net