Halaman ini adalah mirror artikel yang pernah ada pada situs NikeArdilla (dot)net.


Orang Tua Si Neng Membantah
03 Oktober 2006




ORANG TUA SI NENG MEMBANTAH : " SAYA YAKIN,NIKE TIDAK SEPERTI ITU."


Sebuah media cetak Ibu Kota menulis,Nike Ardilla dan kawan-kawannya menenggak obat sebelum terjadi kecelakaan yang menewaskan artis belia itu.Keluarga Nike pun angkat bicara, “Itu Cuma penafsiran si penulis! “, Selain keluarga Nike,beberapa pihak lain juga merasa dipojokkan.Apa komentar mereka?


“Ya Allah,Nike mau minta tolong mudah-mudahan Nike sukses dalam karier dan kehidupan Nike.Nike tahu,Nike banyak dosa.Semoga Alah maafin Nike.Nike sekarang udah punya cowok baru.Mudah-mudahan Nike ada di dekat Allah dan Allah ada di dekat Nike dan keluarga Nike.Amien… Kalau ada orang yang mau jahat pada Nike,tolong dong lindungin Nike.Nike takut banget. Sumpah,Nike sekarang sedang tidak punya uang.Berilah Nike pekerjaan dan rezeki yang banyak…yach…yach? Gimana si doi lagi marah ama gue…ya nggak?.............”



Itulah sebagian catatan curahan hati Nike Ardilla yang ia tuliskan diatas selembar kertas.Isinya rata-rata berupa pengaduan dari berbagai masalah yang dihadapinya.Dari soal kehilangan cincin,sampai soal cinta.Semuanya tanpa tanggal dan hari.Yang menarik…..Nike selalu mengadu kepada Tuhan. Dari situ bisa diketahui, si Neng sebetulnya ingin selalu berada dekat dengan Tuhan.Ini sejalan dengan ucapan Ny.Nining,ibunda Nike, “ Si Neng itu taat sembahyang.
Kalau punya persoalan apa pun,dia lebih senang mencurahkannya di buku harian.Mungkin,karena dia tidak ingin kami ikut susah.” Atas dasar itu pula,keluarga Nike merasa kecewa,karena masih ada saja media massa yang mengorek-ngorek keburukan Nike.

Belum lagi air mata ini kering,sudah ada yang menulis,Nike dan teman-temannya menenggak pil di Kintamani Restaurant & Café sebelum terjadi kecelakaan yang menewaskan dirinya.Malah,perselisihan Nike dengan beberapa rekannya beberapa waktu lalu,dikatakan karena masalah ganja. “Saya yakin si Neng tidak seperti itu,memakai obat-obatan terlarang.Kalau pun ada berita buruk soal putri kami,itu Cuma penafsiran si penulis saja,” Sanggah ayah Nike.Ditambahkannya,Nike sering dikawal ibunya tiap rekaman atau show,sehingga kecil kemungkinan Nike melakukan perbuatan menyimpang itu. “ Lagi pula sejak kecil,saya selalu memberi bekal agama yang kuat pada si Neng.” Ny.Nining membenarkan penuturan suaminya.
“Biasanya saya selalu mengantar si Neng ke mana pun dia pergi.Baru dua bulan terakhir ini saja,saya terpaksa tidak ikut.Karena rata-rata si Neng syuting di luar kota,” tuturnya lirih. “Kalau pun lepas dari pengawasan,apa iya….waktu dua bulan itu cukup untuk mengubah Nike menjadi berani berbuat seperti itu? Rasanya tidak.” Sekalipun berada di luar kota,” Si Neng selalu menelpon kami atau kirim faksimili.Secapek apa pun dia.Jadi,komunikasi selalu terjalin,” tambah Ny.Nining.

Pemberitaan itu juga disesalkan Alan,salah satu kakak Nike, “ Kami betul-betul heran.Orang sudah meninggal kok masih dipojokkan,” ujar Alan mengaku sangat berang membaca tulisan itu. “Tapi setelah membaca imbauan Dewan Kehormatan PWI di koran agar media massa tidak menulis yang berlebihan soal Nike,saya memilih menyerahkan semuanya pada Yang Di Atas.”

Bahwa Nike tidak dalam keadaan teler sesaat menjelang kepergiannya,juga ditegaskan Iqbal,Manager Bar & Restaurant Kintamani.Ia menyayangkan pemberitaan yang menyebut nama restaurantnya sebagai ajang pesta obat Nike dan kawan-kawannya. “Yang saya sayangkan,kenapa kami tidak dimintai konfirmasi.Padahal,sudah jelas sama sekali mereka tidak minum pil atau mabuk-mabukan.Pesanannya pun, 2 bubur ayam,3 orange juice,1 draft beer (beer ini kalo ga salah diminum temennya Nike,critanya Nike nraktir temennya yg kebetulan ketemu di situRed--),nasi goreng,dan 8 aqua gelas,” kata Iqbal kesal.

Iqbal menjelaskan,sekitar pulul 04:00 rombongan Nike tiba di restaurantnya ,” Mereka di sini sekitar satu jam.Saya tahu persis,karena saya tugas malam.Wajah Nike memang kelihatan letih.Tapi saya pikir itu wajar,karena mereka mungkin habis bepergian.Sedangkan tingkah teman-teman Nike juga tampak wajar saja.Seingat saya,selain Atun,enam teman Nike lainnya cowok semua,” tutur Iqbal.

Masih cerita iqbal,pagi itu Nike dan kawan-kawannya mengambil tempat di lantai bawah. “Biasanya sih,dia ke lantai dua karena ada fasilitas karaoke.Tapi tumben,kali itu tidak.Saya masih ingat ketika menyalakan lampu lantai bawah yang tadinya sudah kami matikan.Saat itu Nike sempat bercanda,”nyala lampunya kok kayak petir.”

Tempat duduk rombongan Nike,lanjut Iqbal,cukup jauh dari kamar mandi. “Jadi kalau ada yang menulis pembagian obat itu dilakukan di kamar mandi,emnurut saya nggak benar.Sebab,kalau memang itu yang mereka lakukan,pasti saya melihat mereka bolak-balik ke kamar mandi.Tapi saat itu,tak satu pun di antara mereka yang ke kamar mandi.Saya bersedia kok dijadikan saksi kalau memang diperlukan,”tandasnya.



Sumber : Nova taon jebot.
Thx to : Ponijan
Salam : Buat Mami Nike....
NB : Situs ini tidak melayani atau menjual pernak pernik Nike Ardilla

---- CuPs ----


Foto / Image pendukung, mungkin tidak sepenuhnya ada; - karena faktor alam

< < < kembali...

Since 1998- nikeardilla.net